Profil Organisasi

NAMA DAN KEDUDUKAN

  1. Nama Organisasi

LEMBAGA PEMBERDAYAAN EKONOMI KERAKYATAN (LENTERA).

  1. Kedudukan

Berkedudukan di Provinsi Jawa Tengah, Sekretariat : Jl. Solo No. 3 RT. 03 RW. 07 Randusari Semarang Selatan.

AZAS, TUJUAN, DAN STATUS

  1. Azas

Berazaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

  1. Tujuan

Membantu Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya memenuhi hak hak sosial warga negara, untuk mencapai tingkat kesejahteraan sosial yang lebih baik.

  1. Sifat

Bersifat nirlaba.

  1. Status

Berstatus regional Jawa Tengah dan kemungkinan dapat membuka cabang di Provinsi lain apabila  diperlukan.

VISI DAN MISI

Visi

Melembagakan kesadaran sosial, kepedulian sosial, kesetiakawanan sosial dan  tanggungjawab sosial masyarakat menyongsong tahun Internasional Pembangunan Kesejahteraan Sosial 2020.

Misi

  1. Membantu Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya mewujudkan Usaha Kesejahteraan Sosial adalah Fungsi Masyarakat.
  2. Menolong orang dengan hati, supaya orang tersebut dapat menolong dirinya sendiri dan selanjutnya dapat menolong orang lain.
  3. Merubah pola pikir masyarakat dari pola pikir konsumtif menjadi pola pikir produktif dan dari sikap ketergantungan menjadi kemandirian.
  4. Mengadakan Perubahan Sosial menuju lebih baik yang dilandasi rasa kasih sayang.

LANDASAN PELAKSANAAN PROGRAM

  1. Religius : Mental Keagamaan.
  2. Ideal : Pancasila.
  3. Konstitusional : UUD 1945.
  4. Operasional : AD/ART.
  5. Taktis : Keputusan Musyawarah Organisasi.
  6. Teknik Keilmuan : Lintas Profesi.

HAKEKAT PELAKSANAAN PROGRAM

  1. Menolong orang lain supaya mereka dapat menolong dirinya sendiri (to help the people, to help themself) dan selanjutnya ia dapat menolong orang lain.
  2. Dalam memberikan pertolongan bersifatuniversal. Dalam pengertian tidak membedakan : suku, bangsa, agama, ras. Keturunan, keyakinan, kepercayaan dan pandangan polotik.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI

Tugas Pokok

  1. Bimbingan konsultasi Kesejahteraan Sosial dan Advokasi.
  2. Rehabilitasi dan Pelayanan Kesejahteraan Sosial.
  3. Penelitian dan Pengembangan Usaha Kesejahteraan Sosial Ekonomi.

Fungsi

  1. Pencegahan timbul dan berkembangnya masalah masalah sosial.
  2. Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, meliputi : memperbaiki, memulihkan dan meningkatkan peranan sosial yang terganggu.
  3. Pelaksanaan pengembangan kemampuan individu, keluarga. Kelompok dan masyarakat dalam meningkatkan taraf kesejahteraan sosial ekonomi melalui : Pemberdayaan potensi dan sumber sumber yang tersedia.
  4. Pemberian dukungan pada profesi dan sektor – sektor lain dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial.

Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (Lentera) bertujuan mencapai penguatan ekonomi kerakyatan untuk melaksanakan amanat konstitusi, khususnya mengenai:

  1. perwujudan tata ekonomi yang disusun sebagai usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan yang menjamin keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia (pasal 33 ayat 1)
  2. perwujudan konsep Trisakti  (berdikari di bidang ekonomi, berdaulat di bidang politik, dan berkepribadian di bidang kebudayaan)
  3. perwujudan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup rakyat banyak  dikuasai negara (pasal 33 ayat 2)
  4. perwujudan amanat bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (pasal 27 ayat 2).

TUJUAN

Adapun tujuan khusus yang akan dicapai adalah untuk:

  1. Membangun Indonesia yang berdikiari secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian yang berkebudayaan
  2. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan
  3. Mendorong pemerataan pendapatan rakyat
  4. Meningkatkan efisiensi perekonomian secara nasional

SIFAT TUGAS POKOK DAN FUNGSI

  1. Perubahan dan pengembangan sosial secara terprogram, terarah. Berkesinambungan dan realistis, bersifat mendasar, menyentuh kehidupan masyarakat yang paling bawah (grass roots), untuk mencegah dan mengembangkan guna menciptakan situasi yang kondusif.
  2. Kegiatan yang terprogram dibidang Usaha Kesejahteraan Sosial pada esensinya memiliki fungsi preventif, rehabilitatif, kuratif dan konstruktif (developmental).

PROGRAM PRIORITAS

  1. Mendukung upaya mempercepat pengentasan kemiskinan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.
  2. Ikut menanggulangi permasalahan keterlantaran, kecacatan, kenakalan,  ketunaan sosial, korban bencana, korban napza dan musibah lainnya.
  3. Menggali dan mendayagunakan potensi sumber kesejahteraan sosial.

TEKNIK DAN PENDEKATAN DASAR

TEKNIK

Persuatif dan Motivatif

Menekankan kesediaan sasran baik perseorangan, keluarga, kelompok dan atau masyarakat untuk menyadari bahwa masalah yang dihadapi dan kebutuhan yang dirasakan , harus diupayakan atas kemampuan sendiri (selfhelp).

Konsultatif

Menekankan adanya aktivitas dan kreativitas sasaran untuk menggunakan forum dialog atau konsultasi, sebagai media dalam upaya pengembangan pribadi dan kemampuan diri guna mengatasi masalahnya sendiri.

Partisipatif

Menekankan sasaran kegiatan bukan sebagai obyek, melainkan sebagai subyek. sehinga mereka mampu meningkatkan dan mengembangkan dirinya dalam mewujudkan aspirasinya dengan memberikan peluang yang luas kepada sasaran, untuk dapat  memecahkan masalahnya sendiri secara aktif dan dapat berperanserta dalam kehidupan bermasyarakat.

PENDEKATAN DASAR

Prinsip Dasar Pekerjaan Sosial

  1. Setiap orang punya harga diri yang harus dihormati.
  2. Setiap orang punya kesempatan yang sama yang dibatasi kemampuan.
  3. Setiap orang punya hak utnuk menentukan nasibnya sendiri.
  4. Setiap orang punya tanggungjawab sosial terhadap masyarakatnya.

Kemakmuran (Prosperity)

Menekankan kepada setiap individu, keluarga dan kesatuam masyarakat dalam keserasian kebutuhan dengan menggali dan memanfaatkan potensi potensi dan atau sumber sumber setempat untuk digali, dikelola dan dimanfaatkan sebesar besarnya untuk kemakmuran bersama.

Perlindungan (Security)

Menekankan bahwa setiap kegiatan program pada esensinya merupakan usaha menciptakan suasana dan situasi yang aman dan tenteram, bebas dari kekhawatiran, keresahan-keresahan dan ancaman atau tekanan.

Kekeluargaan dan Gotongroyong (Responsibility)

Menekankan pada pemberian kegiatan yang bersifat keakraban, kesetiakawanan sosial, kebersamaan, saling peduli dan menghormati diantara mereka.

Dilaksanakan melalui penyadaran, bahwa setiap kegiatan tidak dapat dilaksanakan secara sendiri.Melainkan harus bekerjasama dengan orang lain, baik dalam bentuk tenaga, fikir maupun dana yang dilandasi sifat kesetiakawanan sosial, kepedulian sosial, tanggungjawab sosial dan kasih sayang.

ORIENTASI

Program Kerja diarahkan pada :

  1. Upaya menumbuhkembangkan kesadaran sosial, kepedulian sosial, tanggungjawab sosial dan kesetiakawanan sosial masyarakat yang melembaga, bahwa pada hakekatnya  manusia itu suci bagi sesamanya (homo sacra resa homini)
  2. Kegiatan usaha produktif yang memiliki nilai ekonomis yang dapat membantu masyarakat dalam menghadapi kompetisi pasar, namun bermanfaat bagi kemanusiaan dan kemasyarakatan dapat dikembangkan. Bahwa pada hakekatnya manusia itu adalah teman bagi sesamanya (homo homini socius).
  3. Menciptakan lapangan kerja yang mendukung pelestarian lingkungan dengan proyeksi pengembangan sistem kegiatan yang semakin baik bagi kehidupan bermasyarakat untuk jangka panjang.
  4. Pengembangan mental spiritual, merobah : pola pikir konsumtif menjadi pola fikir produktif, dari sikap mental ketergantungan menjadi sikap mental kemandirian yang dijiwai moral keagamaan.Pengembangan aktifitas, kreativitas, kecerdasan, terampil, dan mandiri.

 

Semarang, 05 Februari 2010

Ketua Umum

 

Drs. Y. Gunawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s