Pemberdayaan Ekonomi Petani

Rifa kecilPenyebab petani miskin adalah  :

  1. Usia petani Indonesia rata-rata diatas 55 tahun, karena generasi muda  tidak mau menjadi petani sebagai akibat selama ini kehidupan petani selalu miskin dan profesi petani identik dengan pekerjaan yang rendah.
  2. Disamping kepemilikan lahan pertanian yang sempit rata2 hanya 0,3
    Ha/kk,lahan2 tersebut juga miskin hara akibat pemakaian pupuk kimia terus menerus sehingga produktivitasnya rendah.
  3. Pemakaian pupuk kimia yang dosis dan harganya terus melambung.
  4. Dalam 1 musim, praktis petani hanya bekerja 15 hari karena tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan yang mempunyai nilai ekonomi.
  5. Pemakaian alat-alat pertanian yang masih tradisional sehingga kurang produktif.
  6. Tidak mempunyai ketrampilan mengolah mengolah hasil pertanian pasca panen
  7. Kemampuan modal kerja  yang sangat rendah, sehingga selalu terjebak oleh para mengijon.
  8. Tidak memiliki akses jalur pemasaran
  9. Anomali iklim membuat petani sulit menentukan masa tanam karena takut kekeringan atau kebanjiran.

Program-program yang dilaksanakan Sekretariat Lentera Kabupaten Grobogan dalam mengatasi masalah-masalah diatas :

  1. Merubah mindset generasi muda  agar mencintai dunia pertanian dan mau menjadi petani pengusaha.
  2. Membuktikan bahwa bidang pertanian dapat memberikan penghasilan yang tinggi dan profesi petani adalah pekerjaan yang terhormat dengan melatih petani membuat rancangan anggaran biaya [RAB] agar mampu merencanakan keuntungan yang diperolehnya.
  3. Melatih petani agar dapat melakukan konservasi lahan kritis / terbengkalai untuk dijadikan lahan  produktif sehingga petani bisa mengerjakan lahan-lahan pertanian yang lebih luas.
  4. Melatih petani mengembangkan bakteri-bakteri pengompos dan mikroba dari  material yang bisa diperoleh di lingkungan sekitarnya.
  5. Melatih petani beternak  sapi, kambing  dan unggas untuk meningkatkan penghasilan petani disamping untuk mendapatkan bahan baku untuk pembuatan kompos.
  6. Melatih petani mengoperasikan alat-alat pertanian dan alat-alat pengolahan pasca panen.

Dalam mewujudkan program-program yang dimaksudkan untuk pemberdayaan petani, Strategi dan implementasi yang dilakukan Villa Hutan Jati antara lain :

A.  Penguatan Ekonomi Petani
Membina petani dalam wadah CU (Credit Union) Bersama Sembuhkan Bumi (BERSEMI), dimana tenaga dikonversikan menjadi iuran pokok dan iuran wajib untuk membangun modal kerja.  Melatih petani bekerja dalam kelompok Usaha Bersama (UB) untuk melakukan pertanian tanaman pangan menggunakan pupuk organik. Memperkenalkan tradisi DAPUR BERSAMA untuk menghemat biaya hidup (sehari makan 3 X cukup dengan  Rp. 3.000,00) salah satu alternatip untuk mengatur ekonomi keluarga.

B.  Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Petani (SDM)
Merubah mindset petani, terutama generasi-generasi mudanya agar bangga menjadi petani bekerja sama dengan pakar-pakar psychology. Melatih petani agar mampu mengoperasikan alat-alat pertanian seperti mini traktor, perajang rumput, pemipil jagung, perontok gabah, pengering, hulller serta membuat biopori dan lain-lain. Melatih petani mengembangkan bakteri pengompos, membuat kompos, membuat pupuk cair  dan peptisida  cair organik.  Mengenalkan tehnik-tehnik pertanian seperti SRI, bibit unggul lokal, tanaman herbal dan sayuran organik.  Melakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki lahan yang belum dimanfaatkan untuk ditanami tanaman pangan (saat ini sedang  menyiapkan petani untuk menggarap lahan PT. Agarindo di Tangerang seluas 100 Ha) sebagai langkah awal.

C.  Melatih Petani Melakukan Konservasi Tanah Kritis
Tehnik menetralisir PH tanah dengan kapur pertanian dan abu bakaran serasah. Memperkaya  hara tanah dengan kompos,mikroba dan penanaman pohon-pohon pelindung yang bernilai ekonomi tinggi. Membuat lubang-lubang biopori untuk menjaga kelembapan tanah dan menyimpan air  saat musim hujan. Membuat waduk kecil atau sumur untuk  penyiraman tanaman saat musim kering.

D.  Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Aplikasinya
Petani dilatih membuat bakteri pengompos  dari bahan-bahan yang bisa diperoleh disekitar mereka seperti bakteri dari usus sapi, kambing atau ayam. Melatih petani membuat kompos dari bahan-bahan limbah pertanian (daun-daunan, rumput, alang-alang) atau peternakan yang tersedia dilokasi mereka. Melatih petani membuat pupuk organik cair dan peptisida cair dari materi-materi yang tersedia dilokasi mereka. Melatih cara mengaplikasikan kompos di lahan-lahan pertanian. Cara mengaplikasikan pupuk organik cair dan peptisida cair.

E. Merubah Mindset Generasi Muda Petani  agar Berminat Menjadi Petani Pengusaha
Memperkenalkan dan melatih mereka mengoperasikan alat-alat pengolahan kompos,pengolahan tanah serta alat-alat pengolahan pasca panen; seperti mini tracktor, perajang rumput, perontok, pengering dan huller agar menjadi petani pengusaha. Melatih petani tehnik-teknik pasca panen dan tehnik memasarkan hasil-hasil pertaniannya  sehingga mampu mengakses pasar. Melatih petani membuat RAB  agar bisa merencanakan biaya penanaman dan memprediksikan keuntungan yang akan dicapai. Mengajak ahli-ahli motivasi  dan tokoh-tokoh masyarakat untuk meyakinkan mereka bahwa profesi petani mempunyai prospek yang bagus dan terhormat.

ukkkkmKendala terberat adalah merubah mindset masyarakat terutama tanggung jawabnya dalam menghadapi global warming dan krisis pangan serta energi.  Generasi muda sudah langka yang mau menjadi petani, sedangkan masyarakat umumnya kurang perduli pada pelestarian alam yang berkelanjutan, sehingga sulit sekali mengajak mereka untuk BERSAMA SEMBUHKAN BUMI.  Biaya konservasi dan pelatihan sangat mahal sekali, dan belum ada bank yang menyediakan kridit non komersial untuk membiayai program konservasi lahan serta pelatihan petani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s